Service Vespa Depok
Service Vespa Depok

Pada setiap buku petunjuk pada produk-produk Vespa modern yang kita dapatkan saat kita pertama kali membeli Vespa, biasanya disana menyarankan untuk mengganti oli mesin setiap jarak yang ditempuh sudah mencapai 10.000 kilometer.

Sedangkan untuk pemakaian Vespa di kota – kota besar di Indonesia yang padat dan macet seperti Jakarta, waktu untuk pergantian oli lebih baik untuk dipercepat.

Kepala Mekanik Bengkel Resmi Premier Vespa Margonda Depok, Abdul Rasyid mengatakan, untuk pergantian oli mesin dan gardan untuk di kota – kota besar sebaiknya sudah dilakukan di setiap 3.000 kilometer.

Servis Vespa
Servis Vespa

“Di buku petunjuk memang tertera maksimal 10.000 kilometer. Namun biasanya di 3.000 kilometer saja Vespa sudah kurang enak untuk dikendarai. Jadi kita sarankan untuk mengganti olinya di setiap 3.000 atau 5.000 kilometer saja, terutama di kota – kota besar” ucap Abdul.

Sedangkan untuk Vespa yang jarang dipakai, Abdul mengirakan untuk jarak tempuh 3.000 kilometer ini setara 3-4 bulan. Jadi jika jarak tempuh belum tercapai, oli mesin Vespa tersebut sebaiknya sudah diganti apabila mencapai waktu tersebut, tinggal yang mana yang tercapai duluan.

“Misalnya mau ikut buku petunjuk pun tidak masalah. Namun kalau sudah di 3.000 kilometer bawaan motor sudah kurang enak, dan sebaiknya langsung diganti oli, agar mesin Vespa lebih awet dan tidak gampang bermasalah.” tambah Abdul.

Service Vespa
Service Vespa

Saran untuk menggantikan oli agar dipercepat juga disampaikan trainer dari Masyarakat Pelumas Indonesia (Maspi) Juergen Gunawan. Menurut Juergen, saat terjebak macet, jarak tempuh kilometer pada Vespa memang tidak bertambah.

Tapi yang harus diingat, saat itu mesin kendaraan tetap menyala. Seharusnya yang menjadi acuan lamanya mesin menyala inilah untuk melakukan pergantian oli pada mesin.

“Jadi jika hendak mengganti pelumas bukan berdasarkan dari kilometernya, melainkan dari running engine hours. Sebab mesin pada waktu macet tetap menyala dan pelumas tetap ikut tersirkulasi, walaupun kilometer tidak maju,” tutur Juergen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here